AIMI Minta Konseling Menyusui Ditanggung BPJS, Sebut Biaya Bisa Jadi Hambatan Ibu

KOMPAS.com – Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) meminta layanan konseling menyusui dan perawatan laktasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

AIMI menilai, akses terhadap layanan tersebut penting karena tidak semua ibu memiliki kemampuan finansial untuk mendapatkan pendampingan ketika menghadapi masalah menyusui.

Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers AIMI dalam rangka Pekan Menyusui Dunia 2026 yang diikuti Kompas.com secara daring pada Rabu (29/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, AIMI menyoroti masih adanya biaya yang harus dikeluarkan ibu ketika membutuhkan bantuan konselor menyusui atau tenaga profesional untuk mengatasi masalah laktasi.

Baca juga: Menyusui Bukan Tanggung Jawab Ibu Saja, Ini Penjelasan Dokter Anak Biaya konseling menyusui dinilai jadi kendala Perwakilan AIMI, Gina Sabrina, mengatakan persoalan menyusui tidak selalu dapat diselesaikan sendiri oleh ibu.

Ada kondisi tertentu yang membuat ibu membutuhkan bantuan tenaga profesional, mulai dari konseling hingga perawatan laktasi. Namun, menurut AIMI, layanan tersebut belum termasuk dalam layanan yang ditanggung BPJS Kesehatan.

Baca juga: JKN Jadi Fondasi Perlindungan Kesehatan Anak Menuju Indonesia Emas 2045 “Yang kedua adalah bagaimana konseling menyusui dan perawatan laktasi ini bisa masuk ke dalam BPJS,” kata Gina yang kerap disapa Monik ini.

Menurut dia, biaya yang perlu dikeluarkan untuk mendapatkan layanan tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi ibu ketika membutuhkan bantuan.

Padahal, ibu yang mengalami kendala menyusui membutuhkan dukungan agar dapat melewati masalah yang dihadapi. AIMI menilai, dukungan tersebut seharusnya dapat diakses secara lebih mudah, termasuk oleh ibu yang memiliki keterbatasan biaya.

https://health.kompas.com/read/26G29132320168/aimi-minta-konseling-menyusui-ditanggung-bpjs-sebut-biaya-bisa-jadi-hambatan-ibu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *